Posted by: hsakti | October 14, 2007

Don’t linger over smal problem

Don’t linger over smal problem…!
Jangan terpaku pada masalah-masalah yang sepele..!

Kadang kita picik melihat sesuatu masalah, sehingga kita lupa terhadap esensi dan lupa akan permasalah yang lebih besar.

Sebagai contoh, penetapan Idul Fitri, awal 1 Syawal , di Indonesia setiap tahun selalu menjadi kontroversi dan masalah, temasuk dalam penetapan Idul Fitri 1428H ini.

Saya menyadari bahwa setiap kelompok mempunyai argumentasi masing2 dalam menetapkan 1 Syawal, khususnya kelompok NU dan Muhammadiyah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam di Indonesia.
Namun yang tidak habis pikir.., kenapa kesannya selalu ingin mencari-cari pembedaan..?

Bukankah kita tahu, bahwa di dunia ini selalu ada perbedaan.., sebagai misal, angka digital itu kalo tidak nol ya satu, dalam satu hari kalo tidak siang ya.. malam, angka setelah 29 ya.. 30, jika angka 29 ditambah satu…hasilnya ya 30..!
Semuanya sudah jelas…, yang jadi masalah kenapa kita tidak bisa mengambil ‘iktibar dari semuanya ini.

Kalo hanya membeda-bedakan sesuatu, itu sih gampang, karena pada hakikatnya dunia ini tidak ada yang sama. Justru tugas manusialah yang mengaturnya, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik. Tujuan besar dari mengatur itu adalah terciptanya ukhuwah (=persaudaraan) diantara semua umat manusia.

Jangan terpaku pada masalah-masalah yang sepele..!
Problem kita bukan mencari kapan hari yang paling tepat dalam menentukan jatuhnya 1 Syawal ..? Itu masalah kecil…, yang seharusnya sangat mudah bisa diselesaikan dengan cara ilmu dan musyawarah.
Ada masalah yang lebih besar lagi, dan itu esensi dari semuanya..!
Problem kita, umat manusia, yang masih besar adalah bagaimana menyatukan ukhuwah islamiah baik diantara umat islam sendiri dan atau dengan seluruh umat manusia?
Bagaimana caranya agar seluruh umat manusia menjadi bagian satu saudara dengan yang lainnya, bersahabat, saling membantu, tolong-menolong dan tidak ada permusuhan? Itu esensi dari kehidupan manusia..!

Makanya, di budaya kita untuk mencapai hal tsb, diadakan ungkapan silahturahmi, berjabatan tanggan, saling mengunjungi, saling maaf memaafkan, untuk menjadi bagian dari upaya bahwa sesungguhnya kita semua bersaudara.

Jadi.., kenapa kita masih terpaku dengan masalah-masalah kecil, seperti dalam penentuan 1 Syawal ini?
Perbedaan merayaka hari 1 Syawal, jelas memunculkan perbedaan diantara kita sendiri. Dengan perayaan yang berbeda, secara tidak sadar, kita sudah mengambil jarak dengan satu saudara kita yang lain. Itutah essensi yang kita harapkan dalam merayakan Idul Fitri..?

Untuk itu, marilah kita berhenti menciptakan perbedaan-perbedaan. Selagi kita bisa melakukan persamaan, mengapa tidak kita lakukan..?
Bagi pengambil keputusan (Ulama&Umaro’), ambil keputusan yang tepat, tentukan kapan jatuhnya hari 1 Syawal, dan setelah itu, marilah kita semua mengikutinya.

Insyaalloh, baldatun toyyibatun wa rabbun ghaffur, dapat kita raih.

hsakti


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: